Panduan

Cara Menentukan Harga Jual Online Shop agar Untung

Diterbitkan

Banyak seller menentukan harga dengan menambahkan persentase ke modal, misalnya “modal ditambah 50%”. Cara ini cepat, tetapi sering lupa memperhitungkan potongan marketplace, kemasan, dan diskon. Hasilnya, produk terlihat laris tetapi untungnya jauh lebih kecil dari perkiraan.

Panduan ini menjelaskan cara menentukan harga jual dari bawah ke atas: mulai dari modal, lalu semua biaya, harga impas, dan terakhir target margin.

Semua angka di panduan ini adalah contoh fiktif. Tarif biaya marketplace berbeda menurut platform, kategori, dan program, dan dapat berubah. Selalu cek tarif terbaru di pusat penjual Anda.

1. Hitung HPP per unit dengan lengkap

HPP (harga pokok penjualan) adalah semua biaya untuk mendapatkan satu unit produk sampai siap dijual. Selain harga beli dari supplier, masukkan juga:

Contoh: harga beli Rp 37.000 per unit, ditambah ongkir kulakan Rp 30.000 untuk 10 unit (Rp 3.000 per unit). HPP = Rp 40.000.

2. Daftar semua biaya penjualan

Biaya penjualan muncul setiap kali produk terjual. Pisahkan menjadi tiga jenis, karena cara menghitungnya berbeda:

Jenis biaya Contoh Cara dihitung
Persentase dari harga Biaya layanan atau komisi marketplace Persen × harga setelah diskon penjual
Tetap per unit Biaya pemrosesan per produk Rupiah per unit
Per pesanan Kemasan, subsidi ongkir, bonus Rupiah per pesanan ÷ jumlah unit

Untuk contoh ini, anggap biaya marketplace 10% dari harga ditambah Rp 1.000 per unit, dan kemasan Rp 2.000 untuk pesanan berisi 1 unit.

3. Hitung harga impas

Harga impas adalah harga jual terendah agar Anda tidak rugi. Jumlahkan dulu semua biaya rupiah per unit (HPP, biaya tetap, dan biaya per pesanan per unit), lalu bagi dengan sisa harga setelah potongan persentase:

Harga impas = biaya rupiah per unit ÷ (1 − persentase biaya)

Dengan contoh di atas:

(Rp 40.000 + Rp 1.000 + Rp 2.000) ÷ (1 − 10%) = Rp 43.000 ÷ 0,9 = Rp 47.778 (dibulatkan ke atas)

Menjual di bawah Rp 47.778 berarti setiap penjualan merugi, walaupun harganya masih di atas modal.

4. Tentukan target margin, lalu hitung harganya

Margin adalah persentase laba bersih dari harga jual, setelah semua biaya. Untuk mendapatkan harga dengan target margin tertentu, kurangi juga target margin dari pembaginya:

Harga jual = biaya rupiah per unit ÷ (1 − persentase biaya − target margin)

Dengan target margin 20%: Rp 43.000 ÷ (1 − 10% − 20%) = Rp 43.000 ÷ 0,7 = Rp 61.429. Bulatkan ke harga yang rapi, misalnya Rp 62.000, lalu cek ulang:

Rincian Jumlah
Harga jual Rp 62.000
Biaya marketplace 10% × Rp 62.000 −Rp 6.200
Biaya marketplace tetap −Rp 1.000
HPP −Rp 40.000
Kemasan −Rp 2.000
Laba bersih per unit Rp 12.800

Margin = Rp 12.800 ÷ Rp 62.000 ≈ 20,6%.

5. Jangan samakan markup dengan margin

Markup dihitung dari modal, sedangkan margin dihitung dari harga jual dan sudah memperhitungkan semua biaya. Jika produk di contoh ini dijual dengan “modal + 50%” (Rp 60.000), hasilnya:

Markup 50% ternyata hanya menghasilkan margin bersih sekitar 18%.

6. Cek ruang untuk diskon sebelum ikut promo

Diskon yang Anda tanggung sendiri mengurangi pendapatan, dan biaya persentase biasanya dihitung dari harga setelah diskon. Dengan harga Rp 62.000:

Voucher atau diskon yang ditanggung platform berbeda: Anda tetap menerima harga penuh, jadi pendapatan Anda tidak berkurang. Pastikan Anda tahu siapa yang menanggung diskon sebelum ikut program promo.

7. Bandingkan dengan harga pasar

Rumus di atas memberi batas bawah dan harga ideal dari sisi biaya Anda. Setelah itu, cek harga produk sejenis di marketplace:

Hitung lebih cepat dengan kalkulator

Kalkulator Keuntungan di Kukirim Tools menghitung laba bersih, margin, dan harga impas dari angka Anda sendiri, termasuk diskon penjual atau platform dan biaya per pesanan untuk beberapa unit. Gratis, tanpa daftar akun, dan dihitung di browser Anda.

Untuk mencatat biaya dan laba yang benar-benar terjadi setiap bulan, gunakan Template Pembukuan Online Shop dan ikuti Cara Membuat Pembukuan Online Shop Sederhana.

Yang belum termasuk

Perhitungan di atas belum memasukkan pajak, biaya iklan, biaya penarikan dana, retur, dan biaya operasional bulanan seperti gaji atau sewa. Jika biaya tersebut besar, sisihkan sebagian margin untuk menutupnya. Panduan ini bersifat umum dan bukan nasihat keuangan atau pajak.